× Redaksi Tenrang Kami Pedoman Media Siber Privacy Policy
Beranda Aceh, Peristiwa, Kesehatan, Pendidikan Bocah Bocor Ginjal di Montasik Butuh Uluran Tangan Para Dermawan

Bocah Bocor Ginjal di Montasik Butuh Uluran Tangan Para Dermawan

SHARE
Bocah Bocor Ginjal di Montasik Butuh Uluran Tangan Para Dermawan

Muhammad Fatir Fabrizi (8) bocah bocar ginjal asal montasik sedang dilakukan proses penangan medis di Rumah Sakit Zainoel Abidin Banda Aceh, foto: Ist

Atjehlife.net - Muhammad Fatir Fabrizi (8) Bocah penderita penyakit kronis "bocor ginjal" asal Gampong Lampaseh Lhok, Kecamatan Montasik Aceh Besar, mengharapkan uluran tangan penderma untuk meringankan beban yang dideritanya dan keluarganya saat ini.

Dikutip dipesan aplikasi Whats APP yang disebarkan oleh Ketua Impelmont, Ikhwan Zuhdi melalui WA Group Suara Rakyat Aceh Besar, Sabtu 13 Juni 2020. Menyebutkan Bocah yang merupakan anak ke 4 dari Intan Mutia ini, sudah menjalani perawatan penyakitnya lebih kurang selama setahun.

Memang, perawatan medis difasilitasi oleh BPJS sebagaimana masyarakat Aceh umumnya saat ini. Tetapi, M.Fatir yang berasal dari keluarga miskin dengan status ibunya seorang janda, pekerja serabutan menambah masalah baru terkait dengan sejumlah biaya yang dibutuhkan dalam proses perjalanan perawatan sang bocah itu.

Ikatan Mahasiswa Pemuda dan Pelajar Montasik (Impelmont) berinesiatif untuk menggalang dana kepada para dermawan melalui penyebaran informasi tersebut dan nantinya dana tersebut akan diserahkan kepada keluarga Muhammad Fatir, untuk dapat digunakan sesuai kebutuhannya dalam proses perjalanan perawatan sang bosah itu.

Ketua Imperlmont Ikhwan Zuhdi yang dikonfirmasi ulang oleh media ini melalui saluran telponnya, mengatakan informasi keberadaan bocah bocor ginjal itu telah disebarkannya melalui berbagai media sosial dan untuk menyumbang, para dermawan, dapat mentransfer ke nomor rekening Bank BNI (0570548547) a.n Dira Sasqia atau bisa juga menyalurkan langsung kepada keluarga yang bersangkutan.

"Kami telah menyebarkan informasi tersebut, kami harap akan segera ada suadara kita yang mau membantu mengingat kebutuhan biaya oleh keluarga pasien dalam menjalani perawatan Fatir sangat besar dan mendesak, karena keluarga tersebut merupakan keluarga miskin," kata Ikhwan Zuhdi.

Secara terpisah, Keuchik Gamping Lampaseh Lhok, Kecamatan Montasik Aceh Besar, Yusmadi yang dikonfirmasi melalui sekretarianya Jufriadi, via telpon selulernya Sabtu pagi tadi, membenarkan informasi tersebut dan mengakui jika keluarga Intan Mutia adalah warganya dengan status kehidupannya adalah miskin dan saat ini sedang ditimpa musibah, anaknya harus dirawat medis karena mengalami penyakit kronis.

"Benar beliau adalah warga kami, dari pemerintah gampong sudah memprioritas kan perhatian kepada kekuarga tersebut dan beliau juga salah seorang penerima bantuan dari Baitulmal Aceh Besar," kata Jufriadi.

Dikesempatan tersebut, Jufriadi juga berharap kepada para dermawan yang ada dimana saja hendaknya dapat mengulurkan tanganya dalam membantu keluarga tersebut, mengingat keluarga yang bertulang punggung seorang ibu itu sangat membutuhkan sejumlah dana untuk biaya dalam perjalanan proses perawatan anak bungsunya itu.

Dan kepada Impelmont, jufriadi mengucapkan apresiasi karena sudah peduli dengan masyarakatnya dengan cara menyebarkan informasi kepada publik sekaligus membantu penggalangan dana untuk keluarga Muhammad Fatir.

"Kepada adek adek Impelmont, kami sangat mengapresiasi dan bangga, bahwa anak anak kami sangat perhatian dengan derita sesama dan hal tersebut sangat dibutuhkan pemerintah dalam rangka mendorong upaya pelayanan kepada masyarakat secara merata," demikian pungkas Jufriadi.

Berdasarkan data dari sejumlah sumber yang diperoleh media ini, kondisi Muhammad Fatir Fabrizi saat ini sedang menajalani perawatan intensif di Rumah Sakit Zoenol Abidin Banda Aceh. Perawatan dikabarkan harus dilakukan secara rutin dan berkala, bahkan perawatan yang sudah harus dijalankan Muhammad Fatir Fabrizi sudah pada tahap cuci darah dan cemotraphy.

Namun, terkait dengan proses perawatan bocah tersebut, hingga berita ini dipublis, media ini belum berhasil mengkonfirmasi pihak RSUZA Banda Aceh.(01)