× Redaksi Tenrang Kami Pedoman Media Siber Privacy Policy
Beranda Aceh, Pemerintahan, ekbis Presiden Jokowi Anjurkan Masyarakat Galakkan Sistem Kelompok Untuk Pacu Ekonomi

Presiden Jokowi Anjurkan Masyarakat Galakkan Sistem Kelompok Untuk Pacu Ekonomi

SHARE
Presiden Jokowi Anjurkan Masyarakat Galakkan Sistem Kelompok Untuk Pacu Ekonomi

Presiden Republik Indonesia, H. Ir. Joko Widodo. Foto: sumber face book.

Atjehlife.net - Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, mengharapkan masyarakat menggalakkan sistem kelompok dan berwadah dalam upaya membangun ekonomi masyarakat ke arah yang lebih baik. Bahkan presiden Jokowi mengjngkapkan apresiasi kepada dua sektor ekonomi masyarakat yang dinilai tumbuh baik meskipun di dalam suasana bencana wabah Covid-19 yang sedang melanda.

Anjuran tersebut, sebagaimana yang ditulis presiden Joko Widodo melalui status dinding Akun Face Book "presiden Joko Widodo" edisi Selasa, 6 Oktober 2020.

Bahkan dalam status tersbut, Presiden Jokowi juga mengaku telah memberikan inatruksikan kepada BUMN, BUMD serta pihak swasta untuk mengambil andil dalam soal pertanian dan nelayan lebih dari sebatas menampung hasil panen yang diperoleh petani dan nelayan.

Cuplikan lengkap terkait apresiasi kepada dua sektor ekonomi masyarakat yang dianggap masih tumbuh baik di masa pandemi ini dan sejumlah pesan pesan lainnya yang di sampaikan oleh presiden Jokowi dalam sebuah rapat terbatas, ini petikannya.

"Di tengah pandemi Covid-19 ini, sektor pertanian kita mampu tumbuh 16,24 persen. Dan sektor ini menjadi penyumbang tertinggi bagi pertumbuhan ekonomi nasional kuartal kedua. Pertumbuhan ini harus terus dijaga dan dijadikan momentum untuk meningkatkan kesejahteraan petani maupun nelayan.

Petani dan nelayan perlu berkelompok dalam jumlah yang besar dan berada dalam sebuah korporasi sehingga diperoleh skala ekonomi yang efisien. Ini bisa mempermudah petani dan nelayan dalam mengakses pembiayaan, informasi teknologi, dan meningkatkan efisiensi maupun memperkuat pemasarannya.

Bagaimana caranya? Perlu ada perubahan pola pikir dari hanya berfokus pada urusan budidaya pertanian menjadi sekaligus memikirkan aspek komersialisasi dan pemasaran dari hasil pertanian. Yang harus dibangun ialah bisnis yang terintegrasi dari produksi hingga proses setelah panen.

Dalam rapat terbatas tadi, saya menginstruksikan agar peran BUMN, BUMD, dan pihak swasta tidak hanya terbatas sebagai pembeli hasil panen, melainkan turut mendampingi kelompok tani agar dapat berkembang lebih jauh secara bersama-sama.," (01)