× Redaksi Tenrang Kami Pedoman Media Siber Privacy Policy
Beranda Aceh, Pemerintahan, ekbis Tindaklanjut Hasil Investigasi Soal Pupuk Bersubsidi, Ombudsman Aceh Gelar Rakor Dengan Sejumlah Instansi Stakeholder

Tindaklanjut Hasil Investigasi Soal Pupuk Bersubsidi, Ombudsman Aceh Gelar Rakor Dengan Sejumlah Instansi Stakeholder

SHARE
Tindaklanjut Hasil Investigasi Soal Pupuk Bersubsidi, Ombudsman Aceh Gelar Rakor Dengan Sejumlah Instansi Stakeholder

Kepala Ombudsman RI Perwakilan Aceh, Taqwaddin Husin (tengah) memimpin Rakor dengan sejumlah pihak yang termasuk stakeholder dalam soal mencari solusi terkait kelangkaan pupuk beraubsidi di Aceh. Foto: ist

Atjehlife.net - Lembaga Ombudsman RI perwakilan Aceh, kembali memanggil sejumlah stakeholder di Aceh untuk membahas persoalan yang masih terjadi dan mendera masyarakat di Provinsi Aceh. Persoalan tersebut adalah terkait kelangkaan pupuk bersubsidi yang terjadi saban tahun pada musim tanam warga berlangsung.

Rakor digelar di kantor Ombudsman RI Perwakilan Aceh di Jl. Medan - Banda Aceh,Tanjong, Ingin Jaya, Aceh Besar, Rabu 16 September 2020.

Kepala Ombudsman RI Perwakilan Aceh, Dr. Taqwaddin Husin, melalui pesan aplikasi WA yang diterima media ini, Kamis, 17 September 2020, menyebutkan bahwa hasil investigasi pihaknya ke beberapa daerah di Provinsi Aceh. Masyarakat (petani) masih mengeluhkan soal pupuk bersubsidi yang kerab terjadi langka saat masa petani membutuhkannya.

Oleh sebab itu, Ombudsman RI Perwakilan Aceh, melakukan koordinasi dengan semua pihak yang termasuk stakeholder dalam persoalan tersebut untuk mendengarkan apa saja langkah yang telah ditempuh dalam mengatasi kelangkaan pupuk bersubsidi tersebut, sembari menyertakan sejumlah hasil pemaparan dari pihak Pemerintah Aceh, PT. PIM Aceh, Disperindagkop Aceh, Distanbun Aceh dan perwakilan dari PT. Petro Kimia Gresik.

Keculi sejumlah solusi dan rencana dari sejumlah stakeholder di Aceh untuk menjadi harapan dalam mengentaskan persoalan kelangkaan pupuk bersubsidi itu. Taqwaddin, juga menukiskan sejumlah saran yang ditujukan  kepada Pemerintah Aceh, yang diperkirakan menjadi salah satu solusi dalam menjawab persoalan tersebut, yaitu Pemerintah Aceh disarankan untuk melakukan lobi ke Pemerintah pusat untuk dapat menggunakan dana otsus untuk pengadaan pupuk non subsidi dan menyalurkan kepada masyarakat dalam bentuk pupuk bersubsidi.

"Langkah pertama untuk jangka pendek, kita berharap adanya sinergitas para pihak untuk melakukan lobi ke Pemerintah Pusat untuk penambahan quota dari 1,2 juta ton nasional tersebut. Selanjutnya, untuk jangka panjang, kita menyarankan Pemerintah Aceh membeli pupuk dengan menggunakan dana otsus yang kemudian pupuk tersebut disubsidikan kepada para petani" Demikian saran Dr Taqwaddin selaku Kepala Ombudsman RI Aceh. (01).